Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Lembar Keduabelas

 Drama Berirama Sudah sejak lama memang sudah terjadi, perasaan berkecamuk bak burung berkicau riang di pagi hari. beberapa pertanyaan kerap kali datang hanya saja tak dihiraukan olehmu. Berpikir, bertanya apa yang sedang di hadapi ini. Berkali kali harus melakukan yang seharusnya bukan untuk di lakukan, mencoba mengerti atas apa yang sedang di hadapi. Begitu berat hari-harimu, bagaimana mungkin kamu akan melewatinya. Seketika kamu mengingat akan suatu kejadian yang membuatmu sakit hati lalu pikiranmu terbuka seolah kamu mengingat kembali atas kejadian yang selama ini dialami.  Yaaa, DRAMA ini semua drama dan kamu termasuk menjadi peran utama, bahkan kamu sendiri tidak menyadari ini semua drama. Kamu berkali kali harus memerakan sebuah tokoh, yang sebetulnya kamu tak ingin menjadi tokoh itu. Sebuah DRAMA BERIRAMA hingga semua orang yang ada di dalamnya pun tak menyadari nya. Apa yang harus kamu lakukan ?  "Drama yang berirama,  bagai pementasan sebuah peran dalam gel...

Lembar Kesebelas

Melangkah dengan Amarah  Dalam setiap perjalanan hidup terdapat sekali banyak hal yang harus di hadapi, rintangan, hambatan, ujian, kekecewaan, dan lain sebagainya. Hal itu wajar terjadi dalam sebuah proses perjalanan hidup. Tak hanya itu bahkan tanpa di sadari di lingkungan sekitar atau bahkan kamu sendiri pernah mengalaminya itu semua. Marahmu semarah-marahnya tak terbendung, rasanya ingin menjauh dan meninggalkan tempat saat itu kamu berpijak. Kamu butuh tempat baru yang membuatmu bebas, terlepas, dan bernafas. Sesak memang jika dirasakan, mengikuti setiap alur hidup yang datang silih berganti.  Healing, bukan obat yang menenagkan untuk mu, tak ada obat yang bisa menyembuhkan kecuali kamu pergi dan memilih tempat singgah lagi. Pijakkanmu segera guratkan langkahkan lagi kakimu. Peraya kamu akan menemukan tempat baru yang lebih indah.  "Seberapa lama lagi harus melangkah dengan amarah hingga menenukan tempat singgah yang indah"