Postingan

Lembar Keempatbelas

 SHARING SESSION  Point 1 Di karawang sediri terdapat beberapa UNIV yang bagus, yang menghasilkan banyak lulusan dengan berbagai macam jurusan dan kemampuan serta ke good lookingannya pun banyak, tetapi pada saat dilapangan mereka tidak siap dengan apa yang di hadapinya. Banyak lulusan S1 yang ingin langsung kerja kontrak setahun misalkan, tanpa mau magang dulu 3 bulan dll, sedangkan mereka sendiri pun belum memiliki experience yang banyak. Ketika saat magangpun justru para HR akan menilai sedisiplin apa kita, tanggung jawab, skill, attitude dan lainnya. Point 2 Kenapa User kebanyakan ingin yang Good Looking ? Mari kita bahass,,, Good Looking itu pada dasarnya bukan hanya cantik dan tampan saja. Melainkan dia bisa merawat diri dengan baik, care sama diri sendiri, berpenampilan bagus. Contoh make up yang natural ketika interview, pake pakaian yang senada dan sopan. Cowo yang rambutnya tertata dengan baik, pakaiannya rapih tidak lusuh. Itu yang menjadi salah satu point g...

Lembar Ketigabelas

 Sabar seluas samudera 2 Tahun lamanya, merasakan sabar yang selalu sesak di dada. Mencari jalan keluar dan menapaki jalan yang ditempuh secara berkepanjangan. Hari-hari yang begitu indah terisi oleh ribuan memori dan cerita yang mengisi hamparan hati gundah, tidak mudah untuk keluar namun apa daya semuanya terperangkap oleh kenyataan pahit yang diambil. Bukan sebuah kesalahan panjang yang begitu dalam, hingga akhirnya mencoba dan terus berusaha adalah jalan yang harus ditempuh sampai akhirnya kesabaran itu rapuh.  Berkali-kali kucoba ceritakan pada semesta tentang apa yang terjadi. Namun hanya bisa pasrah dan sesekali meguatkan bahu meyakinkan diri dengan kuat, menerima keadaan dengan ikhlas adalah jalannya.  Man Shabara Zhafira  Barang Siapa yang bersabar ia akan beruntung 

Lembar Keduabelas

 Drama Berirama Sudah sejak lama memang sudah terjadi, perasaan berkecamuk bak burung berkicau riang di pagi hari. beberapa pertanyaan kerap kali datang hanya saja tak dihiraukan olehmu. Berpikir, bertanya apa yang sedang di hadapi ini. Berkali kali harus melakukan yang seharusnya bukan untuk di lakukan, mencoba mengerti atas apa yang sedang di hadapi. Begitu berat hari-harimu, bagaimana mungkin kamu akan melewatinya. Seketika kamu mengingat akan suatu kejadian yang membuatmu sakit hati lalu pikiranmu terbuka seolah kamu mengingat kembali atas kejadian yang selama ini dialami.  Yaaa, DRAMA ini semua drama dan kamu termasuk menjadi peran utama, bahkan kamu sendiri tidak menyadari ini semua drama. Kamu berkali kali harus memerakan sebuah tokoh, yang sebetulnya kamu tak ingin menjadi tokoh itu. Sebuah DRAMA BERIRAMA hingga semua orang yang ada di dalamnya pun tak menyadari nya. Apa yang harus kamu lakukan ?  "Drama yang berirama,  bagai pementasan sebuah peran dalam gel...

Lembar Kesebelas

Melangkah dengan Amarah  Dalam setiap perjalanan hidup terdapat sekali banyak hal yang harus di hadapi, rintangan, hambatan, ujian, kekecewaan, dan lain sebagainya. Hal itu wajar terjadi dalam sebuah proses perjalanan hidup. Tak hanya itu bahkan tanpa di sadari di lingkungan sekitar atau bahkan kamu sendiri pernah mengalaminya itu semua. Marahmu semarah-marahnya tak terbendung, rasanya ingin menjauh dan meninggalkan tempat saat itu kamu berpijak. Kamu butuh tempat baru yang membuatmu bebas, terlepas, dan bernafas. Sesak memang jika dirasakan, mengikuti setiap alur hidup yang datang silih berganti.  Healing, bukan obat yang menenagkan untuk mu, tak ada obat yang bisa menyembuhkan kecuali kamu pergi dan memilih tempat singgah lagi. Pijakkanmu segera guratkan langkahkan lagi kakimu. Peraya kamu akan menemukan tempat baru yang lebih indah.  "Seberapa lama lagi harus melangkah dengan amarah hingga menenukan tempat singgah yang indah"

Lembar Kesepuluh

 "Belenggu Kesedihan" Sudah lama kamu tak jumpa dengaku, akhir-akhir ini kulihat kamu sedang bahagia, rupanya tak ada beban yang tak terlalu begitu memberatkan mu, tak banyak alunan masalah yang berkeliaran di pikiranmu. Sebentar saja kamu mencoba itu rasanya sudah luar biasa, bahkan diluar dugaanmu. Sejak saat itu kamu tak mengunjungi ku, karena pikiranmu sedang bahagia kamu lupa caranya untuk mengukir untaian kata pada selembar kertas.  Namun berbeda dengan hari ini, kamu merasakan belenggu kesedihan yang begitu amat jelas dari gurat wajah mu, kulihat kamu sedang berbicara pada batinmu, perkataan mu sangatlan benar tentang nya. Seolah-olah rasa yang kau keluarkan begitu nampak jelas. Jika batinmu bisa berbicara mungkin ia akan berteriak seolah-olah rasanya ingin pindah tempat persinggahan. Rupanya kamu harus bisa bersabar lagi karena tempat persinggahanmu akan telah usai.  "Di persinggahan merasakan sesak dada, saat itu juga belenggu kesedihan menghampiri"

Lembar Kesembilan

"Menghitung Hari" Sudah tinggal berapa hari lagi kamu harus terus seperti ini, segala kesedihanmu nampak jelas di raut wajahmu. Sesekali kamu tersenyum namun yang tampak hanya guratan kesedihan yang terlihat. Menuju 193 Hari lagi kamu tunggu, hari dimana kebahagiaan akan hadir, sebuah perjalanan baru akan di mulai kembali. Mungkin saat itu juga kamu akan menjadi manusia yang bersyukur, dan mencintai dirimu. Seolah kesedihan akan hilang, Hari itu juga luka batin mu akan pulih.  Begitu bahagianya kamu menantikan hari itu, hari dimana yang kamu tunggu-tunggu selama ini. Hari itu juga kamu mengucapkan selamat untuk dirimu.  "Tanpa Jeda di antara batin-batin yang berbicara"

Lembar Kedelapan

"Tutur Batin" Ada apa dengan kamu akhir-akhir ini, semuanya terasa sendu. Hari-hari mu begitu menyedihkan. Sesekali kamu merasakan ini bukan kamu. Kesakitan-kesakitan yang selama ini hadir justru membuatmu begitu sendu menjalani hidup. Jujur kamu berusaha untuk kuat saat itu, walaupun tak ada yang menguatkan. Merasa tak sempurna di banding dengan yang lain, rendah, dan bahkan kamu sendiri berusaha untuk tidak terlihat sedih, lemah tapi apa daya. Semuanya seolah-olah berpihak kepada mu.  Batinmu seolah berkata seperti ada yang salah di hidupmu saat itu, bahkan kesakitan yang selama ini di rasakan kamu benar-benar menyembunyikannya dari semua orang. Orang-orang pun enggan menanyakan apa yang kamu rasakan saat itu. Justru kamu berhasil, ya berhasil menyembunyikan semua luka batinmu dari semua orang.  "Luka yang kamu rasakan begitu dalam dan biarkan batin mu berbicara"