Lembar Keenam

"Hari-hari yang kosong, bak Rumah tak bertuan"

Sudah lama berjalan menelusuri sesaknya ruang hidup, sesekali kamu menatap langit yang begitu tinggi saat itu juga seolah-olah langit mengisyaratkan bahwa kamu tidak sendiri. Namun entah mengapa, rasanya masih saja hari-hari ini kosong, bahkan kamu sendiri pun tak tahu apa yang kamu lakukan saat itu. Rasanya saat itu kamu tak ingin singgah di persinggahan yang kosong, kamu terus berjalan menelusuri ruang hidup. Yang entah tujuan akhirnya ada dimana. Sesedih itu hari ini, tak ada seorang pun yang bisa mengerti perasaan kamu. Dan kamu selalu berharap di akhir persinggahan nanti akan ada pelangi yang indah. 

Perjalanan panjang dan otakmu masih saja berpikir, memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang kerap kali hadir. Saat itu juga kamu mencoba untuk menjawab semua pertanyaannya, namun apa daya kamu sendiri tak bisa menjawabnya. Sakit rasanya harus terus menerus di hantui semua pertanyaan-pertanyaan yang buatmu gelisah.

Sesekali kamu mencoba menghela nafas panjang, membayangkan betapa hebatnya kamu hingga saat ini, berjalan diatas kesedihan dan menelusuri batin yang terluka. 

"Hari-hari kamu saat itu juga kosong, seolah bak rumah tak bertuan, berjalan tanpa arah, mengikuti kemana langkah kaki mengarah."

-selembarkertas-


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Keduabelas

Lembar Keempatbelas

Lembar Ketigabelas