Lembar Ketiga

"Proses Panjang Menuju Kedewasaan"

Hari-Hari berlalu entah sudah berapa banyak kaki ini melangkah, menentukan arah yang tak pasti sangat lelah rasanya. Beberapa kali singgah hanya untuk sekadar menghela nafas. Jadi dewasa berat ternyata rasanya. Coba bayangkan saja, beberapa kali gagal, beberapa kali jatuh, kerap semua itu datang silih berganti. Dan kamu harus bisa melewatinya, lalu bagaimana jika semua kegagalan dan kesedihan selalu datang menghapiri serta kebahagaian tanpa pernah memperlihatkan wujudnya di hadpan mu. Apa yang salah dengan diri ini ? harus kah menjadi dewasa seperti ini ?, ini bukan seperti apa yang kamu kira, bukan seperti apa yang kamu pikirkan ketika kamu kecil. "Jadi dewasa itu menyenangkan yaa, bisa bebas pergi kemana saja, bisa membeli apa saja, bisa melakukan apa saja". Rasanya kamu ingin kembali ke masa kecil itu lagi dan segera tidak mengatakan itu, justru sebaliknya kamu mengatakan "Aku tidak ingin menjadi dewasa". 

Memang semua ini harus kamu jalani, kamu tidak bisa menghindar begitu saja, satu-satunya kunci kebahagiaan yang bisa kamu raih adalah kamu bisa mendengarkan isi hatimu, coba sesekali kamu dengarkan isi hatimu, kamu jangan pernah menutup telingamu sampai-sampai hatimu tak mampu menahan lagi semua ungkapannya yang seharusnya bisa kamu ungkapkan. 

Kamu berhak bahagia, usia mu masih muda. yaaa menginjak di kepala 2 sepertinya fase itu yang harus kamu lewati. Kamu harus percaya setelah hujan akan ada pelangi yang indah. Begitu juga dengan proses pendewasaan mu. 


"Sejatinya kamu berhak bahagia menikmati proses pendewasaan mu, Hanya saja kamu perlu untuk selalu mendengarkan isi hatimu, lakukan apa yang ingin kamu lakukan" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Keduabelas

Lembar Keempatbelas

Lembar Ketigabelas